google-site-verification=gfATDse62JAhcF5Mf93Vb4QKJgJO_Q1MtOQMoS7768Y Teks Fiksi: Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Kaidah Kebahasaan - Contoh RPP SD dan Soal SD
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teks Fiksi: Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Kaidah Kebahasaan

apologiku.com - Kita mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya cerpen, novel, dongeng ataupun cerita-cerita khayal lainnya. Namun diantara sekian banyak orang, mungkin beberapa ada yang belum memahami bahwa semua cerita hayal tersebut adalah bagian dari sebuah teks yang dikenal dengan nama Teks Fiksi. Nah, sobat pembelajar mari kita mengulas bersama tentang teks fiksi ini. Bagaimana sih strukturnya ? Fungsinya seperti apa ? dan bagaimana kaidah kebahasaan dalam teks fiksi ?

Struktur, Fungsi, dan Kaidah Kebahasaan Yang Digunakan Dalam Teks Fiksi

Teks Fiksi


A. Pengertian Teks Fiksi

Teks Fiksi adalah teks yang berisi kisahan atau cerita yang ditulis berdasarkan imajinasi pengarang. Teks fiksi merupakan cerita yang tidak benar-benar terjadi sehingga teks ini dianggap sebagai hiburan bagi para pembaca. Dalam penulisannya, teks fiksi menggunakan beberapa kata atau kalimat yang memiliki makna tertentu. Gaya bahasa yang digunakan dalam teks fiksi adalah gaya bahasa bermakna seperti berikut ini:
  • Denotatif adalah makna sebenarnya atau makna yang sesuai dengan pengertian yang dikandung oleh kata tersebut
  • Konotatif adalah bukan makna sebenarnya, mempunyai makna tautan.. Dengan kata lain, makna kias atau makna tambahan.
  • Ekspresif yaitu membayangkan suasana pribadi pengarang. Berikut contoh kata yang mengandung makna ekspresif
  • Sugestif bersifat mempengaruhi pembaca.

B. Unsur-Unsur Pembentuk Teks Fiksi

Ada beberapa Unsur pembentuk teks fiksi yang perlu diperhatikan dalam pembuatannya yaitu:

Tema

Tema merupakan ide atau gagasan yang ingin di sampaikan pengarang dalam ceritanya. Unsur ini merupakan hal penting yang harus ada dalam pembuatan teks fiksi, karena dengan adanya tema, maka arah cerita dalam teks bisa ditebak akan kemana.

Perwatakan

Perwatakan adalah karakteristik dari tokoh dalam cerita. Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya bahwa teks fiksi adalah teks yang berbentuk cerita berdasarkan imajinasi pengarang, maka tentunya dalam cerita tersebut terdapat tokoh yang memiliki watak untuk memperkuat karakteristik tokoh dalam teks.

Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa dalam cerita yang terhubung secara kasual. Unsur ini dapat dibedakan dalam 3 macam alur yaitu:
  • Alur maju atau bisa disebut progresif adalah sebuah alur yang klimaksnya berada di akhir cerita.
  • Alur mundur atau bisa disebut regresi adalah sebuah alur yang menceritakan masa lampau yang menjadi klimaks di awal cerita
  • Alur campuran atau bisa disebut alur maju-mundur adalah alur yang diawali dengan klimaks, kemudian menceritakan masa lampau, dan dilanjutkan hingga tahap penyelesaian.

Latar

Latar adalah gambaran tentang tempat, waktu, dan suasana dialami oleh tokoh. Olehnya itu, latar dianggap sebagai salah satu unsur yang turut membangun isi dari sebuah cerita. Sebuah cerita harus jelas tempat, ruang, dan suasana cerita itu berlangsung.

Amanat

Amanat adalah suatu pesan yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui sebuah tulisan atau cerita. Setiap cerita yang dikisahkan dalam teks fiksi, memiliki amanat atau pesan tersirat yang tentu dapat kita ambil sebagai pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

C. Jenis-Jenis Teks Fiksi

Teks fiksi dibedakan menjadi beberapa jenis, yang termasuk teks fiksi adalah:

1. Cerita rakyat merupakan cerita yang berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan disampaikan secara turun-temurun. Cerita rakyat dibagi lagi menjadi beberapa jenis seperti:
  • Mite, yakni cerita tentang suatu kepercayaan, misalnya tentang para dewa
  • Sage, yakni cerita tentang kehidupan raja dan kepahlawanan.
  • Legenda, yakni cerita asal-usul suatu tempat, binatang, dan benda-benda lainnya
  • Fabel, yakni cerita yang bertokohkan binatang.
2. Cerita fantasi merupakan cerita yang sepenuhnya dikembangkan berdasarkan khayalan, imajinasi, atau fantasi.
3. Cerita pendek (cerpen) adalah cerita rekaan yang menurut wujud fiksinya berbentuk pendek
4. Cerita inspiratif merupakan jenis teks narasi yang menyajikan suatu inspirasi keteladanan kepada banyak orang
5. Puisi rakyat merupakan jenis puisi yang berkembang pada kehidupan masyarakat sehari-hari; sebagai suatu tradisi masyarakat setempat. Jenis-jenis puisi rakyat, antara lain:
  • Pantun merupakan jenis puisi rakyat yang terdiri dari sampiran dan isi.
  • Syair merupakan puisi rakyat yang dibentuk oleh empat larik pada setiap baitnya.
  • Puisi baru disebut juga puisi bebas. Puisi baru merupakan puisi tidak terikat oleh jumlah larik, suku kata, ataupun pola rimanya. Dalam puisi baru, terdapat kaidah-kaidah penyusun berupa: (1). Diksi yaitu kata-kata yang memiliki kedudukan penting dalam puisi. (2). Pengimajian yaitu susunan kata yang dapat menimbulkan imajinasi. (3). Kata konkrit berfungsi untuk menimbulkan imajinasi pembaca.
6. Majas adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara membandingkan, mempertentangkan, melakuka perulangan dengan benda atau kata lain.
5. Rima adalah bunyi dalam puisi.
7. Drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog, yang diekspresikan dengan menggunakan percakapan dan lakuan pada pentas di hadapan penonton. Struktur drama sendiri terdiri dari:
  • Prolog adalah pembukaan atau pendahuluan dalam sebuah drama.
  • Dialog merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematika yang dihadapi, dan bagaimana manusia dapat menyelesaikan persoalan hidupnya.
contoh teks fiksi diatas adalah yang sering kita jumpai dibeberapa sumber seperti koran, majalah ataupun buku-buku yang ada diperpustakaan atau di toko buku manapun.

D. Fungsi Teks Fiksi 

Setelah menelaah pengertian, struktur dan kaidah kebahasaan teks fiksi diatas, maka ditarik kesimoulan bahwa teks fiksi sendiri berfungsi untuk mengembangkan dan memperbanyak nilai praktis, normatis dan estetis. Sebagai media untuk menularkan pikiran kreatif dan kebijakan pengarang kepada para pembaca. Fiski pada dasarnya merangsang pembaca dalam mengenali, menghayati, menganalisis, dan merumuskan nilai-nilai kemanusiaan.

*****
Source By:
- Artikel ini merupakan hasil pendalaman materi penulis setelah membaca modul.
- Search Engine Google.com
- Pendalaman Materi Bahasa Indonesia (Prof. Tatat Hartati, M.Ed., Ph.D.)

Post a Comment for "Teks Fiksi: Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Kaidah Kebahasaan"