google-site-verification=gfATDse62JAhcF5Mf93Vb4QKJgJO_Q1MtOQMoS7768Y Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia - Contoh RPP SD dan Soal SD
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Pengertian Kegiatan Ekonomi dan Jenis-Jenis Kegiatan Ekonomi Yang Sering dijumpai Dalam Kehidupan Bermasyarakat

apologiku - Kegiatan Ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk memperoleh barang dan jasa, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan memakmurkan hidupnya. Kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia dewasa ini berkembang begitu pesat.
Kegiatan ekonomi masyarakat seperti jual beli yang biasanya terjadi di pasar atau di warung, saat ini sudah merambah ke dunia maya seperti melalui internet dan sosial media. Transaksinya pun melalui jasa pengiriman dan transfer antar bank.

Kegiatan ekonomi umumnya dibedakan menjadi 3 yaitu :
  • Kegiatan produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa yang memiliki nilai untuk dapat memenuhi kebutuhan.
  • Kegiatan distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa hasil produksi kepada konsumen atau pemakai barang atau jasa.
  • Kegiatan konsumsi adalah kegiatan menggunakan atau menghabiskan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.
Berikut ini media-media kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia yang sering kita jumpai:

A. PASAR

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Untuk melakukan transaksi jual beli. Pasar menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Pasar terdiri atas beberapa jenis yaitu berdasarkan keadaan barangnya dan sifat pasarnya.

1. Berdasarkan keberadaan barangnya, pasar dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Pasar Nyata adalah pasar yang melakukan transaksi langsung. Pasar nyata barang berada langsung di penjual. Barang-barang tersebut dipajang supaya menarik. Hal ini bertujuan menarik minat pembeli. Agar pembeli mau membeli barang.
  • Pasar Tidak Nyata adalah pasar yang hanya menunjukkan contoh barangnya. Barang diperlihatkan bila terjadi pembelian. Tawar menawar dapat dilakukan langsung maupun tidak langsung.

2. Berdasarkan sifat pasarnya, pasar dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Pasar Tradisional terjadi tanpa disengaja. Pada pasar ini, transaksi secara tradisional. Artinya, masih terjadi tawar menawar. Pasar tradisional bangunannya tidak rapi. Selain itu, bangunan tidak permanen.
  • Pasar Modern atau Pasar Swalayan (Supermarket). Saat ini, pasar modern jumlahnya semakin bertambah. Pasar swalayan semakin banyak ditemui. Pada pasar swalayan pembeli melayani sendiri. Selain itu, tidak terjadi tawar menawar. Pada pasar modern bangunannya permanen dan rapi.

B. UANG

Kebutuhan hidup manusia setiap hari banyak sekali. Kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri. Tetapi memerlukan tindakan dan bantuan orang lain. Dahulu untuk memenuhi kebutuhan dilakukan tukar menukar barang. Namun, sekarang hal itu jarang dilakukan. Penggantinya berupa uang. Uang sebagai alat tukar yang sah.

Fungsi uang di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Sebagai alat penukar umum.
2. Sebagai satuan hitung.
3. Sebagai alat bayar.
4. Sebagai alat tabung.
5. Sebagai pembentuk modal.

Jenis uang dibedakan menjadi dua, yaitu uang kartal dan uang giral. Uang kartal berbentuk uang kertas dan uang logam. Adapun uang giral berbentuk surat berharga.
Uang di negara kita dicetak oleh Bank Indonesia. Nilai nominal uang kertas di Indonesia yang tertinggi Rp100.000,00, Untuk uang logam nominal terbesar Rp1.000,00.

Tanda-tanda uang kertas, antara lain:
1. tertulis nilai uang dengan huruf,
2. terdapat nomor seri,
3. ada yang menggunakan benang/pita transparan,
4. terdapat angka tahun pembuatan,
5. ditandatangani oleh Dewan Gubernur,
6. terdapat tulisan Bank Indonesia,
7. ada gambar Garuda Pancasila,
8. terdapat gambar Pahlawan Nasional atau Tokoh Nasional, dan
9. tertulis angka nominal uang tersebut.

Uang dapat memperlancar kegiatan ekonomi. Selain itu, dengan uang kegiatan ekonomi lebih mudah.

C. Bank

Bank adalah tempat untuk menyimpan uang. Selain itu, memberikan kredit. Bank terdiri atas dua jenis, yaitu bank pemerintah dan swasta. Bank milik pemerintah misalnya BNI 1946, Bank Indonesia, BRI, dan BPD. Bank swasta antara lain BCA, Bank Danamon, Bank Lippo, dan sebagainya.

D. Aktivitas Ekonomi Rakyat

Coba sebutkan beberapa mata pencaharian! Lingkungan alam setempat memengaruhi kegiatan perekonomian. Di pedesaan umumnya usaha yang dilakukan berupa pertanian. Akan tetapi, di perkotaan kegiatan ekonomi beragam misalnya koperasi, pegawai, karyawan pabrik, pedagang, pengusaha, industri, dan jasa. Adapun jenis perekonomian masyarakat tersebut akan diuraikan di bawah ini.

1. Agraris

Agraris adalah kegiatan mengolah tanah. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan barang. Kegiatan agraris banyak mempergunakan sumber daya alam. Adapun kegiatan agraris adalah sebagai berikut.
  • Pertanian adalah kegiatan bercocok tanam. Bertujuan menghasilkan bahan pangan. Hasil yang diperoleh padi, jagung, kacang, kedelai, dan sebagainya.
  • Peternakan adalah pembudidayaan hewan ternak. Hewan ternak berupa sapi, kuda, kerbau, kambing, sejenis unggas (hasilnya daging dan telur).
  • Perkebunan merupakan bagian dari agraris. Tanaman yang ditanam digunakan untuk keperluan industri. Hasil perkebunan berupa teh, kopi, cengkih, dan sebagainya.
  • Kehutanan adalah kegiatan menggunakan hasil hutan. Selain itu, kegiatan kehutanan dapat berupa pelestarian. Hasil hutan berupa kayu, rotan, dan damar.
  • Perikanan adalah kegiatan membudidayakan ikan. Hasil perikanan berupa bandeng, nila, lele, dan sebagainya.

2. Perdagangan

Perdagangan adalah kegiatan membeli barang dan menjualnya kembali tanpa proses pengolahan. Kegiatan inilah yang dilakukan oleh para pedagang di pasar-pasar ataupun seorang agen atau penyalur barang.

3. Industri

Industri adalah pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi. Sebagai contoh pabrik sepatu, pabrik kertas, produk makanan kaleng, pabrik cat. Kegiatan industri ini dikerjakan untuk menciptakan suatu produk yang berdaya guna bagi masyarakat.

4. Jasa

Jasa adalah usaha yang tidak menghasilkan barang. Bentuknya berupa pelayanan. Pelayanan tersebut membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus. Pemakai jasa tidak menerima barang. Akan tetapi, pemakai merasakan hasil dari penyedia jasa tersebut. Misalnya, dokter memeriksa pasiennya atau tukang ojek yang siap mengantarkan kita.

Post a Comment for "Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia"