google-site-verification=gfATDse62JAhcF5Mf93Vb4QKJgJO_Q1MtOQMoS7768Y Ragam Teks dan Satuan Bahasa Pembentuk Teks - Contoh RPP SD dan Soal SD
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ragam Teks dan Satuan Bahasa Pembentuk Teks

Penjelasan Singkat Ragam Teks dan Satuan Bahasa Pembentuk Teks

apologiku.com - Ragam teks dan satuan bahasa pembentuk teks, merupakan sebahagian dari sekian banyak materi pembelajarn bahasa Indonesia yang perlu kita pahami bersama. pada artikel ini, akan dijelaskan secara ringkas dan padat terkait Ragam Teks dan Satuan Bahasa Pembentuk Teks.

RAGAM TEKS

Ragam teks adalah macam atau jenis teks/naskah berupa kata-kata asli pengarang, bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya. Ragam teks merupakan pengelompokkan teks berdasarkan isi dan bentuk teks di antaranya macam-macam atau jenis-jenis teks yang terdiri atas teks faktual, teks cerita, teks tanggapan, dan teks normatif.
Bagan Ragam Teks


Teks Faktual

Teks faktual adalah teks yang berisi suatu kejadian yang bersifat nyata, benar-benar terjadi, tetapi tidak terikat dengan waktu. Dengan kata lain, suatu kejadian yang faktual bisa terjadi di masa lalu atau pun masa sekarang. Contoh teks faktual adalah teks deskripsi dan teks prosedur/arahan.

Teks deskripsi adalah tipe teks yang memiliki tujuan sosial untuk menggambarkan suatu ojek/benda secara individual berdasarkan ciri fiksinya. Sedangkan, Teks prosedur/arahan menekankan pada aspek bagaimana melakukan sesuatu, yang dapat berupa salah satunya percobaan atau pengamatan.

Teks Tanggapan

Teks tanggapan adalah teks yang berisi sambutan terhadap ucapan (kritik, komentar, dan sebagainya) dan apa yang diterima oleh pancaindra, bayangan dalam angan-angan. Contoh yang termasuk teks tanggapan adalah teks eksposisi dan teks eksplanasi

Teks  eksposisi berisi paparan gagasan atau usulan sesuatu yang bersifat pribadi. Itu sebabnya, teks ini sering juga disebut sebagai teks argumentasi satu sisi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang proses terjadinya fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan dan budaya

Teks Cerita

Teks cerita secara umum adalah teks yang menuturkan bagaimana terjadinya suatu hal, peristiwa, mengisakan kejadian yang telah ada, perbuatan, pengalaman yang dinamis dalam suatu rangkaian waktu. Contoh teks cerita adalah; Teks cerita ulang, Anekdot, Eksemplum dan Naratif.

Teks cerita ulang adalah bagian dari teks cerita yang meceritakan kembali peristiwa pada masa lalu agar tercipta semacam hiburan atau pembelajaran berdasarkan pengalaman masa lalu bagi pembaca atau pendengarnya.

Anekdot adalah bagian dari teks cerita cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat.

Eksemplum adalah bagian dari teks cerita yang memiliki tujuan menilai perilaku atau karakter dalam cerita.

Naratif adalah teks yang model penceritaannya tidak menyatu antara masalah dengan pemecahan masalah dalam satu struktur teks, melainkan terpisah dalam struktur teks yang berbeda.

Teks Normatif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Normatif adalah berpegang teguh pada norma aturan dan ketentuanketentuan yang berlaku. Jadi pada dasarnya teks normatif adalah teks yang isinya ditulis berdasarkan sebuah peraturan, norma-norma atau peraturan yang berlaku, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan kenegaraan yang berkaitan dengan hukum atau undang-undang. Teks normatif biasanya memiliki unsur tentang agama atau nilai kebaikan.


SATUAN BAHASA PEMBENTUK TEKS

Sebagaimana telah diketahui bahwa teks adalah sebuah wacana lisan dalam bentuk tulisan yang dibuat dengan beberapa rangkaian kata dan kalimat-kalimat yang padu. Satuan Bahasa Pembentuk Teks terdiri atas kata, frasa, klausa, kalimat dan paragraf. 

Kalimat

Kalimat adalah satuan gramatikal yang disusun oleh konstituen dasar dan intonasi final. Konstituen dasar itu dapat berupa klausa, frase, maupun kata. Kalimat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah klausa, struktur klausa, amanat wacana, pembentukan kalimat dari klausa inti dan perubahannya, jenis klausanya, fungsi kalimat sebagai pembentuk paragraf.

Berdasarkan jumlah klausanya, kalimat dibedakan menjadi:
  • Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa bebas.
  • Kalimat bersusun adalah kalimat yang terjadi dari satu klausa bebas dan sekurang-kurangnya satu kalimat terikat.
  • Kalimat majemuk adalah kalimat yang terjadi dari beberapa klausa bebas yang disebut juga sebagai kaliat setara.
Berdasarkan struktur klausanya, kalimat dibedakan menjadi:
  • Kalimat lengkap adalah kalimat yang mengandung klausa lengkap. Sekurang-kurangnya terdapat unsur objek dan predikat.
  • Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang hanya terdiri dari subjek saja, predikat saja, objek saja, atau keterangan saja.
Berdasarkan amanat wacana, kalimat dibedakan menjadi:
  • Kalimat deklaratif adalah kalimat yang mengandung intonasi deklaratif yang dalam ragam tulis diberi tanda titik.
  • Kalimat introgatif adalah kalimat yang mengandung intonasi introgatif, yang dalam ragam tulis biasanya diberi tSaudara Tanya.
  • Kalimat imperatif adalah kalimat kalimat yang mengandung intonasi imperatif yang dalam ragam tulis biasanya diberi tSaudara seru.
Berdasarkan amanat wacana, kalimat dibedakan menjadi:
  • Kalimat aditif adalah kalimat terikat yang bersambung pada kalimat pernyataan, berupa kalimat lengkap atau tidak.
  • Kalimat responsif adalah kalimat terikat yang bersambung pada kalimat pertanyaan, berupa kalimat lengkap atau tidak.
  • Kalimat interjektif adalah kalimat yang dapat terikat atau tidak
Berdasarkan pembentukan kalimat dari klausa inti dan perubahannya, kalimat dibedakan menjadi:
  • Kalimat inti adalah kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap, bersifat deklaratif, aktif, netral, atau firmatif. Biasanya disebut kalimat dasar.
  • Kalimat noninti adalah Kalimat yang dapat diubah dengan berbagai proses transforasi; pemasifan, pengingkaran, penanyaan, pemerintahan, pelepasan, dan penembahan.
Berdasarkan jenis klausanya, kalimat dibedakan menjadi:
  • Kalimat verbal adalah kalimat yang dibentuk dari klausa verbal.
  • Kalimat nonverbal adalah kalimat yang dibentuk oleh klausa nonverbal sebagai kontituen dasarnya.
Berdasarkan fungsi kalimat sebagai pembentuk paragraf, kalimat dibedakan menjadi:
  • Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk menjadi ujaran lengkap, atau kalimat yang dapat memulai sebuahparagrap, wacana tanpa konteks lain yang memberi penjelasan
  • Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap.

Paragraf

Paragraf dapat diartikan sebagai satuan gagasan di dalam bagian suatu wacana, yang dibentuk oleh kalimat-kalimat yang saling berhubungan dalam mengusung satu kesatuan pokok pembahasan. Sebuah paragraf terdiri dari beberapa unsur yaitu:

Gagasan pokok merupakan gagasan yang menjadi dasar pengembangan suatu paragraph. Dengan demikian, fungsinya sebagai pokok, patokan, atau dasar acuan pengembangan suatu paragraf.

Kalimat utama merupakan kalimat yang menjadi tempat dirumuskannya gagasan pokok. Letaknya bisa di awal, di tengah ataupun di akhir paragraf.

Gagasan penjelas merupakan gagasan yang berfungsi menjelaskan gagasan pokok. Penjelasannya, bisa dalam bentuk uraian-uraian kecil, contoh-contoh, atau ilustrasi, kutipan-kutipan, dan sebagainya

Kalimat Penjelas merupakan kalimat yang menjadi tempat dirumuskannya gagasan penjelas.

Sebuah paragraf dianggap baik apabila memiliki kepaduan, kesatuan paragraf, kelengkapan dan ketepatan pemilihan kata.

Kepaduan paragraf adalah keeratan ataupun kekompakan hubungan antarunsur-unsur paragraf, baik itu antarkalimat utama dengan kalimat penjelasnya ataupun antarkalimat penjelas itu sendiri. Kepaduan itu harus tampak dalam isi serta dalam bentuknya.

Kepaduan isi atau koheren adalah kekompakan sebuah paragraf yang dinyatakan oleh kekompakan kalimat-kalimat di dalam mendukung satu gagasan pokok. Sedangkan Kepaduan bentuk adalah penggunaan konjungsi dan pengulangan kata yang tepat dalam sebuah paragraf.

Kesatuan paragraf adalah bagian karangan yang terdiri dari beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh, padu, dan membentuk satu kesatuan pikiran.

Kelengkapan Paragraf maksudnya adalah memiliki gagasan pokok dan gagasan penjelas, serta kalimat utama dan kalimat penjelas.

Ketepatan pemilihan kata maksudnya adalah dalam penerapan pembuatan sebuah pargaraf harus menggunakan pemilihan kata yang sesuai dengan situasi dan kondisi pemakainya. 

Jenis-Jenis Paragraf

Paragraf dibedakan atas dua bagian yaitu: Paragraf deduktif adalah paragraph yang gagasan pokoknya terletak di awal paragraf. Selain itu, adapula yang disebut Paragraf induktif adalah paragraph yang gagasan pokoknya terletak di akhir paragraf atau pada kalimat.

*****
Source By:
- Artikel ini merupakan hasil pendalaman materi penulis setelah membaca modul.
- Search Engine Google.com
- Pendalaman Materi Bahasa Indonesia (Prof. Tatat Hartati, M.Ed., Ph.D.)

Post a Comment for "Ragam Teks dan Satuan Bahasa Pembentuk Teks"