Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dongeng Tikus dan Ular "Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan"

apologiku - Dongeng dengan juduul "Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan" ini, bercerita tentang kisah hidup seekor tikus dan seekor ular yang hidup bersama di sebuah gurun pasir yang tandus. Mereka awalnya bermusuhan, namun karena kecerdikan salah satu diantara mereka, sehingga tumbuhlah jalinan persahabatan di antara mereka. Silahkan disimak kisahnya berikut ini:

Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan
(Nurngaini Solihati, 2007) 

Di sebuah gurun pasir, hiduplah Ular dan Tikus pasir. Sebenarnya sang Ular sangat ingin memangsa tikus, sedangkan tikus berusaha mencari akal agar ular tidak lagi berniat memangsanya. Saat itu sang Ular sangat lapar, padahal ia sedang tidak mempunyai sedikit pun makanan. Sedangkan tikus yang berada tidak jauh dari sang Ular sedang asyik melahap makanannya. Sang Ular merasa tidak senang melihat kelakuan Tikus.
Ular : “Dengarkan ucapanku, wahai Tikus yang angkuh! Aku pasti akan mendapatkan tubuhmu yang mungil dan lezat itu!”
Tikus : “Hei, Ular. Berusaha dan bekerjalah. Jangan hanya berani mengancam. Kalau hanya mengancam, seekor semut pun bisa!”
Sang Ular sangat marah mendengar ejekan Tikus. Ia lalu kembali ke sarangnya dengan perut yang lapar. Sedangkan Tikus masih lahap dengan makanannya. Waktu terus berjalan, tetapi ular tidak juga menemukan makanan. Ia juga enggan untuk ke luar dari sarangnya. Sementara itu Tikus sudah lelap dalam sarangnya. Ular yang masih dalam keadaan lapar segera mengendap-endap mend ekati sarang Tikus meski ia masih sangat kesal terhadap Tikus. Dan kini ular telah berada di sisi Tikus yang sedang tidur pulas.
Ular : “Hei, Tikus. Aku sudah berada di sebelahmu dan siap untuk menyantapmu!”
Tikus segera terbangun dari tidurnya. Sambil berpura-pura menguap, ia mulai memutar otak agar bisa lolos dari cengkeraman sang Ular.
Tikus : “Tunggu dulu Ular, sahabatku. Kalau kau ingin memakanku, kau harus berpikir dulu. Kita hanya berdua di sini, tidak ada hewan lain. Jika kau memakanku maka kau akan sendiri. Kau tidak akan mempunyai teman yang dapat kauajak men cari makan. Kalau begitu kau tidak akan makan dan akhirnya kau akan mati!”
Sejenak sang Ular terdiam. Ia mencoba merenungkan nasihat Tikus.
Ular : “Jadi, kita tidak bisa hidup sendiri?”
Tikus : “Tentu. Bukankah kita bisa berteman dan tentunya kita dapat mencari makan bersama. Bukankah itu lebih menyenangkan daripada nantinya setelah kau memakanku kau hanya akan hidup sendiri.”
Ular mengangguk tanda mengerti.
Ular : “Baiklah kalau begitu, maafkan aku!”
Tikus pun memaafkan ular. Mereka tersenyum bahagia, kemudian beranjak mencari makanan bersama-sama.
*****
Demikianlah kisah Tikus dan Ular dalam dongeng "Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan". Semoga bermanfaat yah sobat pembelajar. Untuk sobat yang senang belajar dengan latihan soal bisa juga disimak melalui bank soal yang tersedia sesuai klasifikasi kelas masing-masing.

Source by: Buku Siswa Kelas 2 Tema 7 Kebersamaan

2 comments for "Dongeng Tikus dan Ular "Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan""